http://www.gigihweb.co.cc/unik
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 28 Januari 2010
Senin, 25 Januari 2010
contoh program pascal
contoh program pascal
uses wincrt;
const
JmlPers = 3;
type
Matrik = array[1..JmlPers+1, 1..JmlPers+1] of real;
var
Koefs : matrik;
procedure Identitas;
begin
Writeln('Tugas Analisa Metode Numerik');
Writeln('---------------------------');
Writeln;
Writeln('Nama :Aghy Gilar Pratama');
Writeln('NIM : 4003080002 / s-1');
Writeln;
end;
procedure Judul;
begin
Writeln('Program Penyelesaian 3 Persamaan Linier');
Writeln;
Writeln('Bentuk persamaan : a1 x + b1 y + c1 z = k1');
Writeln(' a2 x + b2 y + c2 z = k2');
Writeln(' a3 x + b3 y + c3 z = k3');
Writeln;
end;
procedure BacaData;
var
I, J : integer;
begin
for I := 1 to JmlPers do
begin
for J := 1 to JmlPers + 1 do
begin
if J = JmlPers + 1 then
begin
Write('Masukkan konstanta k',I,' : ');
Readln(Koefs[I,J]);
end
else
begin
Write('Masukkan nilai ',chr(96+J),I,' : ');
Readln(Koefs[I,J]);
end;
end;
Writeln;
end;
end;
function Det3x3(var Mat : matrik) : real;
var
Det3, H : real;
I, J, K, L : integer;
Det2 : array[1..4] of real;
begin
K := 0;
Det3 := 0;
for L := 1 to 4 do Det2[L] := 0;
for I := 1 to 3 do
begin
for L := 2 to 3 do
begin
for J := 1 to 3 do
begin
if I <> J then
begin
K := K + 1;
Det2[K] := Mat[L,J];
end;
end;
end;
H := Mat[1,I];
if I mod 2 = 0 then H := -H;
Det3 := Det3 + (Det2[1]*Det2[4] - Det2[2]*Det2[3]) * H;
for L := 1 to 4 do Det2[L] := 0;
K := 0;
end;
Det3x3 := Det3;
end;
procedure EliminasiMatrik;
var
MatElim : matrik;
I, J : integer;
A, B : real;
begin
MatElim := Koefs;
for J := 1 to JmlPers do
begin
for I := 1 to JmlPers do
MatElim[I,J] := Koefs[I,JmlPers+1];
A := Det3x3(MatElim);
B := Det3x3(Koefs);
Koefs[JmlPers+1,J] := A/B;
MatElim := Koefs;
end;
end;
procedure TampilkanHasil;
var
I : integer;
begin
ClrScr;
Identitas;
Writeln('Program Penyelesaian 3 Persamaan Linier');
Writeln;
Writeln('Bentuk persamaan : ');
for I := 1 to JmlPers do
begin
Write(Koefs[I,1]:5:2,'x + ',Koefs[I,2]:5:2,'y + ');
Writeln(Koefs[I,3]:5:2,'z = ',Koefs[I,4]:5:2);
end;
Writeln;
Writeln('Penyelesaian persamaan :');
for I := 1 to JmlPers do
Writeln(chr(119+I):5,' = ',Koefs[JmlPers+1,I]:5:2);
end;
begin
ClrScr;
Identitas;
Judul;
BacaData;
EliminasiMatrik;
TampilkanHasil;
Writeln;
Write('Tekan Enter...');
Readln;
end.

Jumat, 22 Januari 2010
Kamis, 21 Januari 2010
sistem basis data
Pengertian Normalisasi
• Istilah Normalisasi berasal dari E.F.Codd, salah seorang perintis teknologi basis data. Selain dipakai sebagai metodologi tersendiri untuk menciptakan struktur tabel (relasi) dalam basis data ( dengan tujuan untuk mengurangi kemubaziran data), normalisasi terkadang hanya dipakai sebagai perangkat verifikasi terhadap tabel-tabel yang dihasilkan oleh metodologi lain (misalnya ER). Normalisasi memberikan panduan yang sangat membantu bagi pengembang untuk mencegah penciptaan struktur tabel yang kurang fleksibel atau mengurangi ketidakefisienan.
• (Pada beberapa literatur istilah relasi yang digunakan pada bab ini terkadang digantikan dengan tabel. Istilah relasi digunakan pada bab ini dikarenakan definisi tentang normalisasi memang menggunakan istilah relasi).
• Anomali
• Anomali adalah proses pada basis data yang memberikan efek samping yang tidak diharapkan (misalnya ketidakkonsistenan data atau membuat sesuatu data yang hilang ketika data lain dihapus). Macam anomali ada 3 buah. :
• Anomali Peremajaan
• Anomali ini terjadi bila terjadi pengubahan pada sejumlah data yang mubazir, tetapi tidak seluruhnya diubah. Sebagai contoh terdapat relasi pesanan_beli yang mengandung data pemasok dan kota yang menyatakan lokasi pemasok, barang dan jumlah yang menyatakan nama barang dan jumlah barang yang dipesan.
Anomali Penyisipan
Anomali penyisipan terjadi jika pada saat penambahan hendak dilakukan ternyata ada elemen data yang masih kosong dan elemen data tersebut justru menjadi kunci.
Sebagai contoh terdapat relasi yang berisi tiga buah atribut :
- Kuliah
- Ruang
- Tempat
Anomali Penghapusan
Anomali penghapusan terjadi sekiranya sesuatu baris (tupel) yang tak terpakai dihapus dan sebagai akibatnya terdapat data lain yang hilang
Dependensi (Ketergantungan)
1. Dependensi fungsional
Dependensi fungsional didefinisikan sebagai berikut :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional terhadaap atribut X, jika dan hanya jika setiap nilai X berhubungan dengan sebuah nilai Y.
2. Dependensi fungsional sepenuhnya
Definisi dependensi fungsional sepenuhnya adalah sebagai berikut :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi fungsional penuh terhadap atribut X jika :
Y mempunyai dependensi fungsional terhadap X
X memiliki dependensi fungsional terhadap Y
3. Dependensi total
Definisi dependensi total adalah sebagai berikut :
Suatu atribut Y mempunyai dependensi total terhadap atribut X jika :
Y memiliki dependensi fungsional terhadap X
Y memiliki dependensi terhadap bagian X
4. Dependensi transitif
Dependensi transitif adalah sebagai berikut :
Atribut Z mempunyai dependensi transitif terhadap X jika :
Y memiliki dependensi fungsional terhadap X
Z memiliki dependensi fungsional terhadap Y
Bentuk Normal
Bentuk normal pertama
Suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal pertama jika dan hanya jika setiap atribut bernilai tungal untuk setiap baris.
Bentuk Normak kedua
Suatu relasi berada dalam bentuk normal kedua jika dan hanya jika :
• Berada pada bentuk normal pertama
• Semua stribut bukan kunci memiliki dependensi sepenuhnya
terhadap kunci primer.
Bentuk normal ketiga
Suatu relasi dikatakan dalam bentuk normal ketiga jika :
• Berada dalam bentuk normal kedua.
• Setiap atribut bukan kunci tidak memiliki dependensi
transsitif terhadap kunci primer.
Bentuk Normal Boyce Codd.
Suatu relasi disebut memenuhi bentuk normal Boyce-Codd jika dan hanya jika semua penentu (determinan) adalah kunci kandidat (atribut yang bersifat unik).
Bentuk normal keempat
Secara praktis, suatu relasi memenuhi bentuk normal keempat jika :
- Telah berada pada BCNF dan
- Tidak mengandung dua atribut atau lebih yang bernilai banyak
Bentuk normal kelima
Secara praktis dapat dikatakan bahwa suatu relasi R berada dalam bentuk %NF jika data yang ada padanya tak dapat lagi didekomposisi menjadi relasi –relasi yang lebih kecil dengan kunci kandidat relasi-relasi yang lebih kecil ini tidak sama dengan kunci kandidat relasi.














