This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 29 Januari 2011

RINgkasaN mATeri phP

Mari Mengenal PHP
Tahukah Anda, PHP itu.....
1. Merupakan singkatan recursive dari PHP : Hypertext Prepocessor
2. Pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994.
3. Harus ditulis di antara tag :
��
��
��
�� <% dan %>
4. Setiap satu statement (perintah) biasanya diakhiri dengan titik-koma (;)
5. CASE SENSITIVE untuk nama identifier yang dibuat oleh user (berupa
variable, konstanta, fungsi dll), namun TIDAK CASE SENSITIVE untuk
identifier built-in dari PHP. Jadi :
�� $nama ≠ $Nama ≠ $NAMA
�� hitungLuas() ≠ HitungLuas()
�� echo = ECHO
�� while = WHILE
6. Mudah dipelajari.

Variabel
�� Digunakan untuk menyimpan sebuah value, data atau informasi
�� Nama variabel diawali dengan tanda $
�� Panjang tidak terbatas
�� Setelah tanda $ diawali oleh huruf atau under-scrore (_). Karakter
berikutnya bisa terdiri dari huruf, angka, dan karakter tertentu yang
diperbolehkan (karakter ASCII dari 127 – 255).
�� Bersifat case-sensitive.
�� Tidak perlu dideklarasikan.
�� Tidak boleh mengandung spasi.
�� Contoh :
Benar
- $_name
- $first_name
- $name3
- $name_3
Salah
- $3name
- $name?
- $first+name
- $first.name
- $first name

Tipe Data
Pada PHP, tipe data variabel tidak didefinisikan oleh programmer, akan tetapi
secara otomatis ditentukan oleh intepreter PHP. Namun demikian, PHP
mendukung 8 (delapan) buah tipe data primitif, yaitu :
1. boolean
2. integer
3. float
4. string
5. array
6. object
7. resource
8. NULL

Konstanta
Konstanta merupakan variabel konstan yang nilainya tidak berubah-ubah. Untuk
mendefinisikan konstanta dalam PHP, menggunakan fungsi define()

Komentar Program
Dalam PHP, komentar program bisa menggunakan :
􀂃 /* dan */
􀂃 // dan
􀂃 #

Penanganan Form
Form inputan dibuat dengan tag-tag HTML. Halaman yang mengandung form
murni (tidak ada script php) tidak harus disimpan dalam bentuk php, bisa dalam
bentuk html.
Untuk merancang sebuah form inputan, setidaknya ada 3 (tiga) hal penting, yi :
1. METHOD
Method dari sebuah form menentukan bagaimana data inputan form dikirim.
Method ini ada dua macam, yaitu GET dan POST. Method ini menentukan
bagaimana data inputan dikirim dan diproses oleh PHP.
2. ACTION
Action dari sebuah form menentukan dimana data inputan dari form diproses.
Jika action ini dikosongkan, maka dianggap proses form terjadi di halaman
yang sama. Jadi halaman form dan halaman proses bisa saja dipisah atau
dijadikan satu.
3. SUBMIT BUTTON
Submit button merupakan sebuah tombol (pada umumnya) yang berfungsi
sebagai trigger pengiriman data dari form inputan. Jika tombol ini ditekan,
maka data form akan dikirimkan (diproses) di halaman yang sudah ditentukan
pada atribut action.


Selasa, 25 Januari 2011

Tidurlah, Pikun Pun Lenyap


 

Tidurlah, Pikun Pun Lenyap

 

TIDUR memang banyak sekali manfaatnya. Cara terbaik agar tidak cepat lupa akan sesuatu yang baru dipelajari tak lain dengan tidur sebentar. Mengapa? Fungsi otak lebih baik saat tidur ketimbang sewaktu terjaga dalam menolak upaya untuk mengacak atau merusak ingatan yang baru didapat.

Studi terbaru dari peneliti Jerman dalam Nature Neuroscience memberikan wawasan baru terhadap proses yang sangat kompleks. Kita bisa menyimpan dan mengingat informasi yang baru didapat.

Penelitian sebelumnya menunjukkan ingatan yang masih segar, yang disimpan sementara di daerah otak yang disebut hipokampus, tidak langsung melekat.

Juga diketahui bahwa pengaktifan kembali ingatan segera setelah mendapatkan informasi atau belajar, memainkan peran penting dalam proses perpindahan memori ini ke dalam "hard drive" otak, yang disebut neokorteks, untuk penyimpanan permanen.

Namun, pada saat terjaga periode pengaktifan kembali ingatan ini akan lebih rentan, sehingga jika seseorang ingin mempelajari sesuatu yang baru lagi akan sulit mengingat seperti saat pelajaran pertama.

Bjorn Rasch dari University of Lubeck di Jerman dan tiga koleganya mengasumsikan bahwa hal yang sama terjadi ketika kita tidur, dan untuk itu mereka merancang percobaan untuk mencari tahu apakah asumsi ini benar.

Dalam studi tersebut, para peneliti meminta 24 relawan untuk menghafal 15 pasangan kartu yang menunjukkan gambar binatang dan benda yang ada di sekeliling kita sehari-hari. Sambil melakukan latihan menghafal, mereka diberikan sedikit bau yang tidak sedap.

Empat puluh menit kemudian, setengah dari para peserta studi yang tetap terjaga diminta untuk mempelajari pola kartu kedua yang sedikit berbeda dari yang pertama. Sebelum itu, mereka kembali diberikan aroma tak sedap yang sama, yang dirancang untuk memicu ingatan seperti ketika menjalani aktivitas pertama.

Sementara itu, 12 peserta studi lainnya melakukan latihan kedua setelah tidur singkat, dan ketika tidur mereka juga diberikan aroma tak sedap.

Kedua kelompok itu kemudian diuji pada tugas aslinya. Dan hasilnya cukup mengejutkan para peneliti, karena kelompok tidur melakukan tugasnya dengan jauh lebih baik, yaitu mampu mengingat pola kartu rata-rata 85 persen, dibandingkan dengan hanya 60 persen bagi mereka yang tetap terjaga.

"Reaktivasi ingatan memiliki efek yang sangat berbeda pada saat terjaga dan tidur," kata ketua tim peneliti, Susanne Diekelmann, yang juga dari University of Lubeck.

"Berdasarkan data pencitraan otak, hasil yang tak terduga ini sudah terjadi selama beberapa menit pertama tidur, yaitu terjadinya proses perpindahan memori dari hipokampus ke neokorteks telah dimulai," katanya.

Hanya dengan tidur selama 40 menit, potongan memori sudah "didownload" dan disimpan dalam neokorteks, sehingga memori ini tidak lagi terganggu oleh informasi baru yang dikodekan dalam hipokampus, jelasnya.

Diekelmann mengatakan bahwa dampak positif dari tidur singkat pada konsolidasi memori dapat berimplikasi pada kegiatan yang mengintensifkan ingatan, seperti belajar bahasa.

Temuan ini juga memberikan petunjuk untuk strategi dalam membantu korban sindrom stres pasca-trauma, kondisi yang disebabkan pengalaman ekstrem. (go4/*****)
Support by :